Penggunaan Fitur Smart Object

Adobe Photoshop dari versi CS4 ke atas memiliki fitur baru bernama Smart Object. Fitur ini dapat digunakan pada berbagai jenis format gambar, seperti JPG, PNG, TIFF, maupun file photoshop itu sendiri (PSD). Bagi mereka yang masih awam, mungkin agak sedikit kebingungan mengenai fitur baru smart object dan apa saja fungsinya, berikut adalah solusi dan penjelasan dari penggunaan smart object tersebut.
1. Cara membuka file Smart Object.
Secara garis besar, smart object dapat dibuka melalui dua cara, yaitu Open as Smart Object dan place. Untuk membuka file smart object, pilih File > Open as Smart Object.

atau bisa dengan men drag foto ke stage yang sudah berisi objek dan otomatis menjadi layer smart object baru.

klik dua kali atau tekan enter, maka foto tersebut berubah menjadi layer smart object. Walaupun cara menciptakan smart object antara perintah Open as Smart Object dengan place berbeda, namun kedua cara tersebut sama-sama menampilkan file image sebagai smart object.

2. Membedakan objek/image rasterize dengan image smart object.
Penggunaan smart object itu sendiri hampir sama dengan prinsip object vector, yaitu object tidak akan berubah kualitasnya apabila diperkecil, maupun diperbesar. Untuk membuktikan dan membedakan antara objek rasterize dengan smart object, kita lakukan percobaan berikut.
Pada tahap sebelumnya kita telah membuka file smart object dengan cara yang berbeda, dengan file yang sama maka kita mendapatkan dua layer smart object dengan foto yang sama.

Rasterize salah satu layer smart object tadi, dengan klik kanan pada layer > pilih Rasterize Layer.

Kita mempunyai satu layer rasterize (atas) dan satu layer smart object (bawah), selanjutnya kita seleksi kedua layer dengan menekan shift dan pilih kedua layer, lalu transform kedua layer tersebut (ctrl + T) buat kedua layer tersebut menjadi lebih kecil lalu tekan enter.

Setelah itu kita transform sekali lagi (ctrl + T) kedua layer tersebut ke ukuran semula lalu tekan enter.

Sekarang kita melihat bahwa layer rasterize object menurun kualitas imagenya (pecah atau blur), karena setelah diperkecil tadi, kepadatan pixelnya ikut berkurang, lalu ketika diperbesar lagi, image yang berkurang kepadatan pixelnya tersebut menjadi pecah ketika dibuat ukuran besar, bandingkan dengan layer smart object berikut. Hilangkan visibility dengan mengklik tanda mata pada layer rasterize object.

Terlihat bahwa smart object tidak menurun kualitas imagenya walaupun diperbesar maupun diperkecil karena kepadatan pixelnya konstan (mirip dengan object vector).
Kesimpulannya, apabila anda sering bekerja dengan mengedit foto atau melayout album, untuk menjaga kualitas image/foto anda disarankan untuk menggunakan smart object, karena kepadatan pixel foto tersebut akan terjaga ketika anda men-transform foto menjadi lebih besar atau lebih kecil untuk mendapatkan komposisi layout foto yang baik, dengan catatan ukuran file PSD anda tentunya akan lebih besar ketika disave.
Sekian dan semoga bermanfaat.

1 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *